Feeds:
Pos
Komentar

Bro n Sist,

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang modifikasi suspensi belakang Vario 125, kali ini saya akan saya kupas tuntas, mulai dari proses sampai review hasilnya.  

Pernah dua kali menjajal Yamaha X-Ride, yang paling berkesan buat saya adalah suspensinya yang luar biasa empuk dan nyaman. Setelah cari-cari info, ternyata shock Xride ini ukurannya lebih panjang sekitar 2 cm dibanding punya Vario 125 dan bisa dipasangkan di Vario 125.

Shock belakang X-Ride bisa dibeli di bengkel resmi Yamaha dengan harga Rp. 353.000. Berhubung saya punya banyak pelanggan toko sparepart motor, saya bisa titip beli melalui toko sparepart yaitu Dwi Sakti Motor Jl. Kusumanegara Yogyakarta dengan harga diskon. Meskipun harus indent 7 hari. Hehehe

Proses Pemasangan

Seperti biasa, untuk pemasangan saya serahkan pada bengkel Jaguar Motor Jl. Gembiraloka Yogyakarta yang terbiasa menangani modifikasi. Berikut ini proses pemasangan Shock belakang X Ride di Vario 125 :

  1. Body bagian belakang dilepas semua;
  2. Lepaskan shock belakang Vario 125;
  3. Pindahkan bushing (bos) dan karet shock Vario 125 ke shock Xride, lihat gambar; 

    Perbedaan bushing (bos) shock Vario 125 VS shock Xride

    Atas = bushing shock Vario 125; Bawah = bushing shock Xride

    Bushing dan karet shock Vario 125 terpasang di shock Xride

  4. Pasangkan shock Xride di Vario 125;
  5. Pasangkan kembali body belakang Vario 125, Selesai.

Review 

Setelah shock belakang Xride terpasang di Vario 125, langsung saya test melewati jalan jelek yang biasanya saya hindari. Berikut ini review hasilnya:

Shock belakang terasa lebih empuk

Tidak seperti sebelumnya, shock belakang terasa lebih empuk dan cukup nyaman untuk melibas jalanan jelek atau polisi tidur. Meskipun tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Bayangan saya, Shock Xride dipasang di Vario 125 akan lebih empuk dibanding di Xride karena posisi shock lebih rebah. Ternyata tidak. Rasanya hampir sama seperti Xride. Cukup empuk, tetapi tidak sampai mengayun seperti PCX 150 atau Supra X.

Buritan jadi lebih tinggi

Setelah dipasangi shock belakang Xride, buritan Vario 125 jadi lebih tinggi. Otomatis ground clearance pun naik. Sudah tidak khawatir  gasruk lagi. 

Beruntung, standar samping sudah saya ganti dengan punya Verza. Jadi saat motor distandar, tidak terlalu miring.

Tampilan sesuai konsep modifikasi

Yang terakhir dari sisi estetika. Saya sengaja memilih shock Xride warna putih agar tampak serasi dengan warna Velg dan Box yang juga putih. Dengan shock Xride ini, Vario 125 ini makin terlihat cantik dan enak dipandang (menurut yang punya :mrgreen: )

Bro n Sist, silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Langsung saja, berikut ini 7 (tujuh) alasan kenapa Bro n Sist JANGAN beli BMW 530i E34 :

1. Model Jadul

Bro n Sist bisa lihat sendiri foto diatas, BMW E34 ini modelnya jadul banget. Meskipun kalo dipandang-pandang, terlihat cool juga sih.

2. Boros BBM

BMW ini pake mesin 3.000cc konvigurasi V 8 silinder DOHC 32 valve. 1 liter pertamax hanya cukup untuk 5 km perjalanan dalam kota Jogja. Atau hanya cukup untuk 7.9 km perjalanan luar kota Jogja – Bekasi. Boros kan? Meskipun borosnya cuma beda sedikit dibanding Kijang super 1.500 cc & Innova generasi pertama yang 2.000 cc.

3. Sparepart Mahal

Sebagai gambaran, harga fuelpump baru untuk BMW E34 ini sekitar 2 juta rupiah. Mahal kan Bro? Meskipun harga Fuel pump Camry juga mirip-mirip.

4. Harga Jual Jatuh

Harga jual Mobil ini kurang dari 60 juta, kadang bisa dibawah 50 juta. Lebih murah dibanding motor 250cc keluaran terbaru. Benar-benar jatuh! Meskipun harga belinya juga sekitar itu.

5. Pajak Mahal

Pajak tahunan mobil 3.000 cc ini lumayan mahal Bro. Sekitar Rp. 2.000.000 per tahun. Mahal kan? Meskipun pajak tahunan LCGC saat ini juga mendekati 2 juta.

6. Merusak Selera Berkendara

Yang satu ini pengalaman pribadi dan hampir semua teman pemakai BMW E34, khususnya 530i. Terbiasa mengendarai E34 membuat selera berkendara rusak parah! Menhendarai mobil lain jadi terasa kurang nyaman. Bagaimana tidak, saat mengendarai Toyota Fortuner 2008, saya masih mengeluhkan suspensi tetlalu keras dan akselerasi kurang, padahal Fortuner sendiri jauh lebih nyaman dan lebih kencang dibanding mobil MVP 200 jutaan. 

7. Budget Main Motor langsung mengecil

Yang ini mungkin terlalu personal. Jika sebelumnya budget main motor saya di angka 30 – 70 juta. Begitu kenal BMW E34, budget segitu terasa terlalu besar, karena dengan dana segitu cukup untuk membeli BMW yang nyaman dan juga Fun untuk dijadikan mainan. Otomatis budget main motor saat ini dibatasi maksimal 20 juta.

Kesimpulan

Maka dari itu Bro n Sist, JANGAN BELI BMW terutama 530i E34.
Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Seperti yang dikeluhkan kebanyakan pengendara Vario 125, saya pun merasa kurang nyaman dengan suspensi belakang motor ini yang terasa sedikit keras. Meskipun tak sekeras suspensi N-max, tapi bagi saya cukup mengganggu. 

Setelah mencoba modifikasi jok vario 125 menjadi lebih empuk, kini saatnya modifikasi suspensi belakang agar makin empuk. Bagaimana pemasangan serta ulasannya? Silahkan disimak di tulisan berikutnya. Hehehe…

Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Belakangan ini Honda CRF 250 Rally menjadi topik hangat di kalangan para bikers tanah air, khususnya para penggemar adventure. CRF Rally seolah-olah menjadi pelepas dahaga bagi para ADV Rider.

CRF 250 Rally meenggunakan basic design CRF 250L dengan mengadopsi mesin CBR 250 sigle silinder. Jelas motor ini diperuntukkan bagi para petualang yang gemar menjangkau wilayah baru dengan kondisi jalan seadanya. Dengan profil ban tahu, ground clearance yang tinggi serta travel suspensi yang panjang, tentunya lebih mantap melibas gravel dan jalanan off road tanpa khawatir.

Dengan kapasitas tangki bbm 10.1 liter, motor ini diklaim mampu menjelajah sejauh 340km dengan sekali isi bbm full tank. Hmmm.. Menarik..

Berlokasi di main dealer Astra Motor Yogyakarta dan berlanjut di Cengkir Resto Sleman, saya bersama rekan-rekan blogger, jurnalis dan komunitas motor Yogyakarta berkesempatan melihat lebih dekat jagoan baru AHM di kelas 250 cc ini. Berikut impresi saya mengenai motor ini:

Tinggi besar

Dengan tinggi jok 895 mm, dan wheel base 1455mm, tongkrongan motor ini lebih tinggi dibanding KLX 250. Sebagai gambaran, berikut ini posisi riding saya (175cm 70kg) diatas CRF 250 Rally. Saat kedua kaki ditempelkan ke tanah, mau tidak mau harus jinjit karena tidak sampai. Untuk rider dengan tinggi dibawah 170cm sepertinya harus berlatih untuk beradaptasi.

Ringan

Meskipun tinggi besar, motor ini ternyata cukup ringan. Bobot kotor (terisi oli & BBM) hanya 155kg. Saya coba menggeser motor maju mundur ini dengan posisi duduk diatasnya, terasa mudah dan enteng. Bobot yang ringan ini akan sangat membantu saat harus melintasi jalanan tanah, khas pedalaman.

Design keren khas motor Rally Dakkar

Untuk yang satu ini sebenarnya sangat subjectif dan tergantung selera. Tapi bagi saya design motor ini keren bro. Tinggal ditambah pannier aluminium, jadilah motor penjelajah yang siap diajak kemana saja.

Suspensi empuk

Mengambil basic dari CRF 250L, motor ini memiliki suspensi yang lembut dengan travel yang panjang. Untuk melintasi jalur offroad tentunya sangat membantu. Sebaliknya, untuk touring di jalan aspal dengan kecepatan tinggi sepertinya akan sedikit bermasalah karena ngayun dan limbung. Next, bisa dibuktikan.

Jok ramping

Mewarisi design CRF 250L, motor ini memiliki jok yang ramping. Di satu sisi tentunya sangat membantu rider untuk berganti-ganti posisi dari duduk kemudian berdiri tanpa ada ganjalan. Di sisi lain, jok yang ramping ini membuat rider tidak bisa bertahan berlama-lama diatas motor.

Kesimpulan

CRF 250 Rally hadir sebagai motor ADV / petualang dengan daya jelajah yang lebih jauh dibanding motor cross. Motor ini diperuntukkan bagi mereka yang gemar berpetualang, menjelajahi daerah baru dengan kondisi medan yang bervariasi.

Dengan kondisi jalanan Jawa Tengah saat ini, motor ini juga sangat cocok untuk berwisata “Jeglongan sewu” di jalur pantura dan jalur selatan Jawa tengah dengan lebih nyaman dan tanpa khawatir. Hehehe

Bro n Sist, silahkan dikomentari…


Bro n Sist,

Tidak seperti Honda BRV Mobilio dan Brio yang sampai saat ini belum dilengkapi filter AC, New Avanza dan New Xenia saat ini sudah dilengkapi filter AC. Namun khusus keluaran tahun 2011 – 2013 alias generasi pertama, New Avanza, New Xenia dan Veloz ternyata belum dilengkapi filter AC. Tidak hanya itu, bahkan tidak dilengkapi dengan box / housing filter AC. Akibatnya, udara AC bersirkulasi tanpa disaring. Sehingga pemilik mobil harus rutin melakukan cleaning blower dan evaporator di bengkel resmi atau bengkel AC jika ingin AC nya awet. Cukup merepotkan dan lumayan menguras biaya.

Jika ingin udara AC lebih bersih layaknya New Avanza terbaru, para pemilik new Avanza/ New Xenia dan Veloz generasi pertama bisa memasang sendiri paket filter AC yang sudah tersedia di pasaran yang berisi Housing, Filter & cover.

Berikut ini paket filter yang harus ditebus. Di tokopedia dijual dengan harga 200 ribu full set. Klik disini..

Setelah paket filter siap. Maka tinggal dipasang sendiri. Caranya sangat mudah dan tanpa menggunakan alat, karena sudah Plug n Play. 

Berikut ini tutorial cara pemasangannya:

Mudah kan?

Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Sudah jadi rahasia umum, suara klakson Honda Verza terdengar culun mirip suara klakson motor matic. Bagi yang motornya hanya dipakai keliling komplek mungkin tidak begitu masalah. Tapi bagi yang sering ke luar kota, membaur dengan bus dan truk, tentunya suara klakson yang culun tersebut menjadi persoalan tersendiri. 

Saya pribadi membutuhkan suara klakson yang lebih nyaring untuk memberikan isyarat kepada para supir truk saat akan menyalip. Tetapi, saya juga kurang suka menggunakan klakson keong mobil untuk motor. Selain mahal (sudah pasti), suara klakson ini sering membuat saya jengkel saat dibunyikan di perkotaan apalagi jalanan komplek. Solusinya, saya cukup menjadikan suara klakson Verza yang mono ini menjadi stereo. Caranya yaitu dengan menambahkan satu lagi klakson after market. Usahakan suara klakson after market tersebut lebih nyaring dari bawaan Verza.

Saya memasang klakson merek Oditer yang dibeli dan dipasang di Jaguar Motor dekat Gembira Loka Jogja. Klakson Oditer tersebut disambungkan secara pararel dengan klakson bawaan Verza. Setelah terpasang, tinggal lakukan penyetelan menggunakan obeng (+) untuk menghasilkan nada yang stereo. Klakson bawaan Verza disetel nada tinggi, sedangkan klakson Oditer disetel nada rendah. Jadilah suara klakson Verza seperti klakson RX King, Pulsar, dan motor-motor batangan lainnya. Gak culun lagi. Hehehe… 
Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Foto diatas adalah interior BMW tua kami yaitu E34 M60 Individual tahun 1994. BMW E34 Individual yang dijual di Indonesia, keseluruhannya ber transmisi otomatis alias Matic. Sebagai pengendara yang “sedikit agresif”, baru kali ini saya mau dan sudi memiliki mobil matic. Tentunya setelah “dijebak” dengan test drive oleh pemilik sebelumnya. Hehehe…

Sebagaimana kita ketahui, hal yang paling melekat dengan “BMW” adalah teknologinya yang advance dan driving quality yang menyenangkan. Tidak terkecuali dengan mobil Matic BMW. 

Sebelumnya, bagi saya, mobil matic hanya menawarkan kenyamanan namun mengabaikan hal lain, bahkan cenderung membosankan. Tapi ternyata tidak dengan BMW. Ada dua perbedaan signifikan yang membuat saya tetap Excited dengan matic nya BMW:

Sport mode yang agresif

Matic BMW e34 menawarkan mode A (auto) dan mode S (sport) hanya dengan menggeser selector yang ada di sisi kanan tuas persneling. Mode A menawarkan sensasi yang nyaman, sama seperti mobil matic pada umumnya. Shifting gear alias perpindahan gigi terjadi di 2000 – 2500 rpm. Hasilnya, mobil terasa smooth dan cukup hemat BBM.

Mode  S menawarkan sensasi sporty dan agresif. Shifting terjadi di 4000 – 4500 rpm. Bisa dibayangkan, dengan mesin 3.000 cc V8, sensasi jambakan akselerasi diatas 3.000 rpm terasa begitu dahsyat. Tidak heran jika Pada saat itu BMW mengklaim bahwa hanya butuh 7.1 detik untuk berakselerasi 0 – 100 km/jam.

Tetap mengutamakan safety 

Salah satu yg paling krusial dari transmisi matic adalah minimnya “engine brake” alias pengereman mesin. Saat beban berkurang, semua transmisi matic akan otomatis shifting ke gigi lebih tinggi. Begitu juga di kondisi jalan menurun. Untuk mendapatkan engine brake yang cukup, driver harus menggeser tuas persneling ke posisi L1 atau L2 untuk membatasi transmisi matic agar tidak shifting ke gigi tinggi.

Sama dengan mobil matic lainnya, di BMW seri 5 tahun 94 ini pun disediakan posisi tuas di 2, 3, 4 untuk membatasi transmisi matic. BEDANYA, tanpa menggeser tuas ke posisi 2 3 4 alias tetap di posisi “D” pun, saat driver menginjak rem lebih dari sekian detik, maka transmisi menangkap sinyal bahwa mobil butuh engine brake dan secara otomatis akan melakukan shifting ke gigi rendah untuk mendapatkan “Engine Brake”. Hal ini tidak saya temukan di Toyota Fortuner 2008.

Yes, I like it!

BMW Matic? Why Not?

#TheUltimateDrivingMachine


Bro n Sist,

Ditengah dahsyatnya pemasaran LCGC, KIA New Picanto masih mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia lantaran konsumsi bbm nya yang irit, juga kualitas materialnya yang diatas LCGC. Salah satunya milik mas Herry dari Gejayan Jogja ini.

Problem yang terjadi di mobil mas Herry ini adalah hembusan udara AC yang kurang kencang seperti tertahan. Setelah browsing sana-sini, mas Herry memutuskan untuk menyambangi Jogja Auto Filter di daerah Ringroad Selatan Tamanan Jogja untuk mengganti filter kabin. Setelah dibongkar, benar saja, filter kabin bawaan New Picanto terlihat sudah sangat kotor dan mulai tersumbat oleh debu yang menumpuk. Berikut ini penampakan filter kabin New Picanto yang telah lama terpasang:

Penggantian filter kabin New Picanto ini ternyata cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri, bahkan tanpa menggunakan alat. Berikut ini cara mengganti filter kabin (filter ac) Kia New Picanto:

  1. Buka laci dasbor sebelah kiri. Jangan lupa keluarkan semua barang-barang dari laci.
  2. Lepaskan pin penahan laci yang ada di sisi kiri dan kanan. (Lihat gambar).
  3. Setelah pin terlepas, laci dapat diturunkan maksimal sehingga box filter kabin terlihat dan mudah dijangkau.
  4. Lepaskan penutup filter kabin.
  5. Keluarkan filter kabin yang lama.
  6. Masukkan filter kabin yang baru.
  7. Tutup kembali seperti semula.
  8. Selesai.

Test, nyalakan AC, hembusan udara AC pun kembali kencang seperti baru dan udara AC kembali bersih dan segar.

Harga filter kabin KIA Picanto ini ternyata cukup murah Bro n Sist, hanya Rp. 65.000 saja.

Bisa dibeli di 

Jogja Auto Filter

Jl. Ringroad Selatan Rejokusuman no. 04, Tamanan, Banguntapan – D.I. Yogyakarta.

Untuk luar area jogja bisa pesan di:

0812 9021 1515
Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Buat kalian para pemilik Vario 125 alias WTF, tentunya sangat akrab dengan gejala ndregdeg alias gemetar di area CVT. Saya sendiri sebagai pemilik WTF, bahkan sempat punya dua WTF, sudah tidak heran dengan bergetar/ gemetarnya CVT. Gejala ini terjadi saat CVT sudah mulai kotor. 

Ada beberapa metode untuk menghilangkan getaran di CVT ini. Mulai dari yang paling sederhana yaitu membersihkan CVT dengan menyemprotkan udara kompresor, sampai memodifikasi kopling ganda, entah itu dipantek atau diapakan lagi, saya sendiri kurang paham.

Saya pribadi biasanya meminta mekanik bengkel untuk membersihkan CVT setiap ganti oli (2000 km). Hanya saja, belakangan ini gejala gemetar mulai terjadi lagi sebelum 2000 km. Cukup risih juga. Karena penasaran dan ingin tuntas, WTF pun saya bawa ke WARNA MOTOR Jalan Godean Km. 9 untuk diservis CVTnya.

Menurut mekanik WARNA Motor, CVT si WTF ini mulai kekeringan dan harus dilumasi ulang. Akhirnya CVT dibongkar total mulai dari pulley, roller, drive belt, kopling ganda bearing, spring dan bushingnya. Pokoknya semuanya dibongkar. Part-part tersebut dibersihkan. Setelah itu, bagian-bagian yang perlu dilumasi, diolesi dengan grease. Kebetulan di bengkel ini sedia Grease khusus CVT dari Yamaha (Thanks Yamaha) yang dikhususkan untuk melumasi komponen CVT. 

Setelah selesai dilumasi, semua komponen dirakit kembali. Test nyala, getaran cinta eh gejala gemetar di Area CVT hilang total. Performa CVT honda Vario 125 saya kembali seperti baru berkat Grease dari YAMAHA.

Test jalan, wush… Gak nyangka, CVT yang kurang responsif selama ini hanya karena kurang pelumasan.

Cukup dengan Rp. 30.000, Vario 125 kembali ngacir.

Thanks WARNA MOTOR.

Buat Bro n Sist yang domisili Jogja, bisa mampir ke bengkel ini, alamatnya di 

Jl. Godean Km. 9, seberang RM Sambal Layah.

Kalau mampir kesini jangan lupa sekalian ganti kampas rem cakram dengan merek YAMAGATA. Top..

Silahkan dikomentari…


img_4195.jpg

Bro n Sist…

Genap 5 bulan saya memelihara BMW merah ini. Mobil Eropa pertama yang menemani perjalan kami menyusuri indahnya Indonesia.

Bagi saya, BMW bukan srkedar mobil eropa layaknya Mercy, Volvo, Audy dsb. BMW memiliki nilai history tersendiri karena 17 tahun yang lalu, BMW khususnya yang bermesin V8 ini sempat saya idam-idamkan hingga terbawa mimpi. Alhamdulillah, walaupun terlambat, akhirnya kesampean juga memilikinya, merasakan sensasi juga aromanya yang khas.

Sebelum lanjut ke review, bagi Bro n Sist yg belum tahu, saya jelaskan lagi tentang BMW E34 530i Individual.

E34 menunjukkan kode body BMW seri 5 tahun 1988 – 1996. Ciri khasnya masih menggunakan dua pasang lampu depan bulat.

530i artinya BMW seri 5 dengan kubikasi mesin 3.000 cc. Untuk body E34, mesin 3.000cc yang disematkan adalah mesin dengan kode M60 yaitu mesin dengan konfigurasi V 8 silinder DOHC 32 valve.

Individual seri spesial edition untuk BMW dengan beberapa perbedaan dibanding seri non Individual, diantaranya electric seat, coolbox, krey elektrik dll.

Lanjut ke review kepemilikan BMW usia 22 tahun ini:

Fun & Nyaman

Biarpun tidak begitu agresif, e34 530i ini masih cukup mengasyikkan untuk bermain-main. Cukup geser selector transmisi matic ke mode “S” (sport), mobil dengan body cukup bongsor ini siap melesat kencang dalam hitungan detik.

Di sisi lain, kenyamanan suspensi dan kabin mobil ini sangat memanjakan kami betah berada di dalamnya. Suspensi yang lembut membuat mobil ini minim guncangan. Kabin yang super kedap, hanya menyisakan suara deru mesin V8 yang memacu adrenalin. Saking kedapnya, saya pernah hampir tertimpa palang pintu kereta api yang sudah mulai turun, akibat tidak mendengar suaranya.

Tampil Beda

Di Jogja, BMW E34 ini jumlahnya tidak sampai 30 unit. E34 530i tidak sampai 10 unit, dan E34 530i Individual sementara ini hanya ada SATU. Alhasil, mobil tua dengan warna menyala ini kerap mencuri perhatian pengguna jalan. Hehehe

3 Kali Mogok

Sebagai pemula yang baru pertama kali memelihara BMW, saya sempat bingung saat pertama kali mengalami mogok. Alhasil, saya hanya menurut saat mekanik storing memvonis sensor crank shaft rusak. Diganti sepasang Rp. 800.000.

Setelah satu bulan keluar bengkel cat, mobil saya mogok lagi, ternyata masalahnya masih sama, busi selalu basah, dan penyebabnya hanya gara-gara relay ECU yang mulai lengket sehingga ON terus. Cukup dibersihkan oleh om Prayit Mandiri Motor Sport BSD, mesin pun normal kembali. Bahkan untuk kasus ini jasa perbaikan digratiskan karena sekalian servis & ganti oli. Thanks om Prayit..

Tiga hari setelahnya, mobil saya bawa dari Cikarang menuju Jogja via Pantura. Mobil kembali mogok tengah malam di daerah Kaliwungu Kendal. Saya cek box sikring, ternyata sikring fuel pump putus. Setelah saya ganti baru, langsung putus lagi. Dengan bantuan om  Kipu BMWCCI Semarang Chapter, akhirnya mobil saya normal kembali. Ternyata problemnya hanya karena konslet di konektor fuelpump.

Setelah kejadian itu, BMW saya tidak pernah mogok lagi, bahkan dibawa keluar kota, dan pulang tengah malam berani melewati jalur Randu dongkal- Purbalingga – Sempor- Gombong yang sangat sepi.

Problem AC 

Saya mengalami dua kali problem AC. Yang pertama, AC tidak bisa menyala sama sekali. Setelah dicek oleh mas Oni Kandang BMW Godean, ternyata hanya masalah dudukan sikring yang meleleh akibat tidak kuat menahan arus terlalu besar. Oleh mas Oni dibuatkan dua jalur pararel sehingga arus menjadi lebih kecil. AC pun normal kembali dengan biaya Rp. 100.000 saja

Yang kedua, kejadian baru dua minggu yang lalu, AC tidak dingin. Blower hanya menghembuskan angin. Setelah dicek oleh mas Oni, ternyata pulley compressor sudah menipis sehingga jarak magnet AC menjadi jauh. Hal ini bisa diatasi dengan mengurangi ring spacer puli. Kebetulan masih ada 3 ring. Jika sudah habis maka puli wajib diganti. AC pun normal kembali dengan biaya “seikhlasnya”.

Kebocoran Power Steering & Power Brake

Di BMW 530i ini power steering menyatu dengan power brake (booster rem). Saya pernah mengalami kebocoran di selang high pressure. Gejalanya, saat pedal rem diinjak, ada suara mendengung dan pedal terasa bergetar. Saya langsung menebak ada kebocoran di power brake karena ada tetesan di garasi. Benar saja, setelah dicek, minyak power steering/ power brake tinggal setengah. Solusinya, crimping ulang selang high pressure. Pengerjaan oleh mas Danang Kandang BMW Godean.

Kasus asap knalpot bau bensin

Awal November lalu, asap knalpot BMW saya terasa pedih di mata dan bau bensin menyengat. Saya curiga ada gangguan di MAF (Mass Air Flowmeter). Setelah discan di Wisan Motor, ternyata MAF normal. Hanya saja, ada dua Coil yang mati. Sempat heran juga, dua coil mati tetapi mobil masih bisa menyala bahkan sanggup melaju kencang. Ck..ck..ck..

Accident di jalur Deandels

Di perjalanan berangkat ke Bekasi, saya mengalami accident yaitu bumper belakang menyenggol bus. Akibatnya bumper pecah. Syukur Alhamdulillah mobil tidak oleng. Bahkan anak saya yang tidur di dalam mobil pun tidak sempat bangun.

Sekarang mobil saya sedang proses pengerjaan penggantian bumper satu set depan & belakang menggunakan Hartge body kit. Pengerjaan oleh mas Dimas Condong Catur.

Kesimpulan

  1. BMW 530i Individual menyajikan kenyamanan dan Driving Quality yang luar biasa yang jauh melebihi ekspektasi saya terhadap sebuah mobil. Tidak seperti sebelumnya yang lebih terasa menjiwai jika naik Roda dua, BMW ini mampu menggerakkan jiwa kami turut serta dalam setiap perjalanan.
  2. Saya tidak mengikuti anjuran para senior BMW untuk men servis total BMW saat baru menerimanya. Akibatnya terjadi beberapa problem yang sebenarnya sepele tetapi malah merepotkan.
  3. BMW sangat cocok untuk Automotive Enthusias yang sensitif terhadap detail kualitas berkendara. Anda akan sangat ketagihan. Sebaliknya, sangat tidak cocok untuk orang-orang yang hanya membutuhkan sarana pengangkut penumpang yang murah dan efisien.
  4. BMW merusak selera berkendara saya terhadap mobil.
  5. Terakhir, We Love BMW.