Feeds:
Pos
Komentar

Bro n Sist…

Dua hari yang lalu Suzuki Indomobil Sales divisi roda 4 telah meluncurkan jagoan baru mereka yaitu Suzuki Ignis. Mobil mungil yang diberi julukan Urban SUV ini tampil unik dengan desain eksterior yang eksentrik namun sedap dipandang. Dengan harga jual mulai 139 jutaan OTR Jakarta, mobil ini disinyalir dapat mengganggu segmen LCGC macam Brio & Agya/ Ayla 1200.

Beberapa hari sebelum launching, saya berkesempatan melihat langsung serta menjajal (indoor) mobil ini di Main Dealer Suzuki Jogja Jl. Solo. Dihadirkan secara CBU dari Suzuki Maruti India, mobil ini tampak segar dan terlihat beda diantara mobil-mobil mungil lokal yang tampilannya kurang banyak berubah.

1. Desain Eksterior Unik

image

Yang paling menyita perhatian dari mobil ini adalah desain eksteriornya yang unik. Tampilan depan sekilas mewarisi desain Grand Vitara dengan sentuhan yang lebih dinamis dan imut. Sangat cocok dengan segmen aslinya yaitu City car. Hanya saja tampilan dari belakang agak sedikit kaku menurut saya.
image

2. Interior Dinamis

image

image

image

Beralih ke Interior, lagi-lagi IGNIS menawarkan sesuatu yang beda dibanding mobil-mobil mungil kebanyakan. Interior tampak simpel namun terlihat enerjik dan modern. Perpaduan warna hitam dan putih meghadirkan kesan dinamis dan tidk membosankan. Cakep…

3. Fitur Komplit

image

image

image

ABS, EBD, Dual Airbag, retrack mirror, climate control AC, kontrol audio dan penjawab telepon di kemudi, Keyless Engine start, serta masih banyak fitur lain yang tersemat di mobil ini, menjadikannya yang paling komplit saat ini untuk kelas mobil harga 150 jutaan. Setidaknya sebelum kompetitor mulai berbenah. 

4. Ruang Kabin Lega

Dengan bentuk semi boxy, Ignis memiliki keunggulan di ruang kabin. Baik baris depan maupun belakang terasa cukup lega. Saya dengan postur 175 / 70 masih cukup nyaman duduk di baris kedua mobil ini. Hanya saja, sandaran jok belakang masih terlalu tegak menurut saya. Meskipun masih lebih baik dibanding saudaranya yaitu Wagon R.

5. Material Cukup Baik

image

Jika dibandingkan LCGC, material interior mobil ini sedikit lebih unggul. Mulai dari jok yang dilengkapi 4 adjustable headrest, plastik dasbor yang kokoh sampai peredaman pintu yang baik menjadi salah satu keunggulan mobil ini. Satu yang kurang dari sisi material adalah door trim nya yang full plastik tanpa ada bagian yang dilapisi fabric.

6. Bagasi Luas dan Rapih

Membuka pintu bagasi mobil ini tidak perlu menggunakan tuas tambahan layaknya Wagon R. Kunci bagasi menyatu dengan central lock layaknya mobil hatch back. Dengan kapasitas mencapai 267 liter, bagasi mobil ini tergolong sangat luas. 

Dilengkapi dengan panel datar menutup atas bagasi, mengingatkan saya pada bagasi VW Tiguan. Kesannya rapih dan elegan.

7. Ruang Mesin Kurang Rapih

image

Bertolak belakang dengan bagasi dan interiornya yang rapih. Ruang mesin justru terlihat sedikit berantakan. Bahkan ignition coil dibiarkan nongol tanpa diberi penutup. Semoga pihak Suzuki memperbaiki yang satu ini.


Bro n Sist…
Para penggemar Honda BR-V se Indonesia yang tergabung dalam komunitas Invernity (Indonesia Braver Comunity) akan mengadakan Jamnas yang pertama di Yogyakarta. Ratusan member komunitas tersebut akan mengikuti rangkaian acara jamnas pada hari Ahad, 23 April 2017 mendatang.

Ajang silaturrahmi

Dihadiri oleh ratusan anggota dari puluhan region di seluruh Indonesia, acara tersebut akan menjadi ajang silaturrahmi dan tatap muka skala nasional yang pertama. 

Memperkenalkan destinasi wisata Jogja

Selain disebut sebagai kota Pelajar, Jogja juga layak disebut sebagai kota wisata. Terdapat ratusan destinasi wisata yang menarik di daerah istimewa ini. 

Peserta akan diajak menyusuri jalanan kota Jogja kemudian dilanjutkan menuju salah satu destinasi wisata di DIY yang sedang happening yaitu Tebing Breksi yan terletak di sebelah timur kota Jogja.

Disponsori Pertamina & Honda Prospect Motor.

Untuk mensukseskan hajatan nasional tersebut, Invernity menggandeng dua sponsor utama yaitu Pertamina dan Honda Prospect Motor. Selain dua sponsor utama tersebut, acara ini juga didukung oleh puluhan sponsor lainnya yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Salah satunya adalah KEN Filter.

J. A. F. Hadir di jamnas 1 Invernity

Jika tidak ada halangan, saya akan hadir di acara tersebut mewakili Jogja Auto Filter ( Q Autoparts Tokopedia) dalam rangka lebih memperkenalkan lagi Merek KEN Filter sebagai penyedia filter kabin Honda dengan Varian/ level paling lengkap dan memiliki standar kualitas yang tinggi.

Bro n Sist, seperti apa keseruan acara tersebut? Nantikan liputannya di blog ini. Pantengin terus…

Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Kebangkitan Suzuki roda dua sepertinya tidak main-main. Bukan sekedar mengeluarkan poduk yang kekinian, Suzuki juga gencar melakukan penetrasi pasar. Salah satunya dengan menggelar berbagai event untuk memperkenalkan jajaran produk baru mereka.

Seperti kita ketahui bersama, GSX-S 150 menjadi produk andalan Suzuki saat ini di segmen naked sport 150cc. Dengan desain yang fresh serta performa yang mumpuni, sangat layak untuk bersaing dengan CB-150 R dan New Vixion Advance. Motor model naked ini dipercaya memiliki performa yang lebih agresif dengan handling yang lincah namun tetap nyaman dipakai untuk jarak jauh. Untuk menegaskan hal tersebut, Suzuki akan mengadakan Touring dengan GSX-S 150 dari Jakarta sampai Surabaya pada 17 – 21 April mendatang dalam rangka Anniversary Suzuki Indonesia yang ke 47.

Rute bervariasi

Touring Jakarta – Surabaya ini tidak melintasi rute terpendek yaitu jalur pantura, melainkan melewati rute jalur selatan dan tengah yang lebih bervariasi. Sebagaimana kita tahu, jalur selatan didominasi dengan track pegunungan naik turun dan tikungan tajam. Di jalur ini, kehandalan performa dan handling GSX-S 150 akan diuji. Jalur tengah Jateng dan Jatim pun tidak kalah menantang.

Terbagi menjadi 3 etape

Menurut informasi yang saya terima, touring GSX-S 150 ini akan dibagi dalam 3 etape. Etape pertama dari Jakarta – Baturaden via jalur selatan. Etape kedua dari Baturaden – Madiun via Jalur tengah. Etape ketiga dari Madiun – Surabaya via jalur selatan kemudian ke utara. Komplit Bro n Sist.

Menjajal GSX-S 150 di etape kedua

Jika tidak ada halangan, saya akan menjajal motor naked jagoan Suzuki ini di Etape kedua yaitu dari Baturaden sampai Madiun via Wonosobo – Temanggung – Magelang – Yogyakarta – Solo – Tawangmangu – Magetan – Madiun. So, buat Bro n Sist yang penasaran tentang motor ini, pantengin terus blog ini. InsyaAllah akan saya review tuntas. 

Jika ada yang ingin diketahui tentang motor ini, silahkan ditanyakan di kolom konentar. 

Monggo…

Foto: Giri


Bro n Sist,

Sekali-kali bolehlah saya share pengalaman di luar aktifitas Luntang-lantung dan dunia otomotif. Kali saya mau sedikit berbagi pengalaman tentang “Madu” yang mungkin bisa bermanfaat buat Bro n Sist sekalian.

Sudah sejak lama atau sekitar 15 tahun terakhir, saya punya penyakit Typhoid / tipus dan Mag. Akibatnya, saya gak bisa benar-benar lepas dari obat mag. Obat mag selalu standby di rumah, mobil, tas dll sehingga siap untuk dikonsumsi jika diperlukan. Selain obat mag, saya juga selalu sedia Multivitamin untuk membantu membangkitkan daya tahan tubuh saat dirasa mulai ngedrop, kelelahan, atau terjadi pergantian cuaca sehingga diharapkan bisa mencegah sakit. Walaupun pada kenyataannya tetap sakit juga jika terlalu lelah, sering kehujanan atau saat pergantian musim.

Mulai rutin mengkonsumsi madu

Berawal dari demam tinggi akibat gejala tipes di awal tahun ini. Saya disarankan oleh mas Hadiyanta (Hadiyantablog.com) untuk mengkonsumsi madu. Saya pun menuruti saran beliau dengan membeli madu di dekat rumah, kemudian mengkonsumsinya. Alhamdulillah, atas izin Allah, dalam dua hari demam pun reda dan saya bisa beraktifitas kembali.

Setelah kejadian itu, saya pun mulai rutin mengkonsumsi madu.

Pengganti Gula & Selai

Cara saya mengkonsumsi madu biasanya dijadikan sebagai pengganti gula untuk minum teh. Artinya jika pagi tidak ngopi, maka diganti dengan minum teh panas dengan madu sebagai pemanis. Jika pagi ingin ngopi, maka madu dioleskan ke roti sebagai pengganti selai. Jika tidak ada roti, maka madu dikonsumsi pada siang hari sebagai pemanis untuk satu gelas es teh buatan istri tercinta. Pokoknya, tiada hari tanpa madu, kecuali saat keluar kota.

Bye bye Obat mag dan Multivitamin

Sebagai orang teknik & orang marketing, tentunya saya tidak paham korelasi antara madu, obat mag dan multivitamin. Jadi disini saya tidak akan membahas secara ilmiah. Sanya hanya share yang saya rasakan dan saya alami. Faktanya, setelah saya mulai rutin mengkonsumsi madu, saya tidak pernah lagi mengkonsumsi obat mag dan multivitamin. Alhamdulillah, atas izin Allah, sampai 4 bulan ini saya tidak pernah sakit mag, meriang bahkan tidak pernah terserang flu walapun aktifitas padat dan sering kehujanan. Sejauh ini, madu menjadi ikhtiyar yang tepat bagi saya untuk menjaga kesehatan.

Toko Spesialis Madu dekat rumah

Atas arahan dari teman pada saat itu, akhirnya saya menemukan toko madu yang lengkap dan murah di Jogja. Namanya toko Seribu Bunga, terletak di Jl. Veteran, Warung Boto, Umbulharjo Kota Yogyakarta. Toko tersebut hanya berjarak sekitar 5 km dari rumah dan berdekatan dengan dua pelanggan saya.

Note : Bukan Promosi!

Toko Seribu Bunga ini menjual berbagai jenis madu dengan harga terjangkau dan digaransi kemurniannya.

Saya mulai membeli madu di toko ini habis dua botol dari toko lain. Di toko ini saya memilih untuk membeli madu dalam kemasan kantong plastik sehingga lebih hemat. Satu kantong plastik berisi 1kg madu dibanderol mulai dari 55 ribu rupiah sampai 300 ribuan rupiah tergantung jenis madu. Saya sendiri sudah mencoba madu Sumbawa + royal jelly dengan rasa yang asam dan kurang manis; madu klengkeng yang sangat manis dan madu super yang rasanya pas menurut saya. 

Harga madu Seribu bunga April 2017

Bagi Bro n Sist yang berdomisili di Jogja, bisa coba mampir ke toko ini.

Kesimpulan

Madu, obat, jamu dll hanya alat untuk kita ber ikhtiyar menjaga kesehatan. Sedangkan penyakit dan kesembuhan datangnya dari Allah. Jangan lupa tetus berikhtiyar dan berdo’a.

Silahkan dikomentari…


Bro n Sist,
Beberapa waktu yang lalu saya melakukan modifikasi suspensi belakang Vario 125. Saya mengganti shock belakang bawaan Vario 125 dengan shock belakang kepunyaan Yamaha X-Ride. Hasilnya cukup memuaskan. Suspensi belakang terasa lebih empuk dan sedikit lebih tinggi. Lebih nyaman dibanding menggunakan shock bawaan Vario 125.

Untuk mengimbangi suspensi belakang yang makin empuk, sekarang giliran suspensi depan yang dimodifikasi. Berbekal pengalaman 3 tahun lalu merasakan suspensi depan X-Ride garapan Abbys Performance Bandung yang super empuk, saya pun memberanikan diri berkonsultasi dengan kang Adie sang pemilik Abbys Performance mengenai modifikasi shock depan Vario 125 saya agar terasa seperti motor garapannya. Berikut ini 3 tips dari kang Adie untuk modifikasi shock depan agar lebih empuk :

  1. Memperbesar lubang sulingan bagian bawah;
  2. Mengganti oli shock dengan yang lebih kental dengan takaran lebih sedikit;
  3. Memotong per (spring) di bagian yang rapat satu s/d dua ulir.

Berbekal tips dari Bandung tersebut, Vario 125 pun saya gelandang ke bengkel langganan yaitu Jaguar Motor di Jl. Kebun raya Gembiraloka Jogja untuk dimodifikasi shock depannya.

Langkah pertama adalah memperbesar lubang sulingan bagian bawah. Ada dua lubang bagian bawah di tiap sulingan shock depan Vario 125. Untuk percobaan pertama, satu lubang dulu yang diperbesar, sedangkan satunya lagi dibiarkan standar.

Langkah kedua, saya mengganti oli shock dengan oli mesin SAE 20-50W dengan takaran normal. Setelah dirakit kembali, ternyata shock menjadi keras. Akhirnya oli shock dikurangi sekitar 25% dari takaran normal. Shock pun dirakit kembali, dan hasilnya empuk, sesuai harapan.

Langkah ketiga yaitu pemotongan per rencananya akan saya lakukan jika hasil dari dua langkah tadi masih kurang memuaskan. Ternyata hasilnya sudah cukup memuaskan. Alhasil, per saya biarkan tetap standar.

Shock depan menjadi lebih lembut tetapi tidak mentul-mentul

Setelah selesai dirakit dan dipasangkan di motor, saya mulai melakukan test redaman shock depan motor ini. Hasilnya ada dua perbedaan dibanding standar yaitu:

  1. Redaman shock depan menjedi lebih lembut;
  2. Rebound (pantulan) menjadi lebih lambat sehingga tidak mentul-mentul dan terasa lebih nyaman.

Bro n Sist, bagi kalian yang kurang puas dengan shock depan Vario 125, tips diatas layak untuk dicoba.

Silahkan dikomentari…



​Bro n Sist…

Setelah tulisan mengenai impresi lebih dekat dengan Kawasaki Versys X 250 Tourer, kali ini saya akan mengulas hasil test ride motor ini. Tanpa basa-basi, silahkan disimak…

Riding Position nyaman

Duduk diatas motor ini terasa relaks dan nyaman. Jok tidak terlalu tinggi, masih cukup bersahabat untuk postur orang Indonesia. Sebagai gambaran, untuk postur saya 175/70, kedua kaki menapak dengan sempurna.

Bentuk jok mengikuti ergonomy “pantat” sehingga nyaman untuk diduduki. Meskipun busa jok tergolong cukup keras.

Stang tinggi dan lebar, serta dekat dengan badan sehingga mudah dijangkau. Menggenggam stang terasa pas dan karena cukup lebar, terasa ringan dikendalikan di kemacetan. 

Pijakan kaki/ foot step tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu mundur ke belakang layaknya motor sport. Cukup bersahabat untuk berkendara dalam jangka waktu yang lama.

Performa

Mengadopsi mesin Ninja 250/ Z250 dua silinder, performa motor ini tidak serta merta sama dengan Ninja. Ada sedikit perbedaan. Jika di Z250 putaran rendah terasa smooth dan sedikit kosong, tidak demikian dengan motor ini. Putaran rendah terasa lebih berisi dibanding Z250, walaupun tetap smooth dan tidak se galak MT25 apalagi Hyosung Comet 250.

Sedangkan putaran menengah keatas, rasanya masih identik dengan Ninja/ Z 250.

Saya mencoba gigi 1, 2 dan 3, putaran mesin terasa cepat naik dan tenaga terus terisi tanpa ada lag. Karakter seperti ini sepertinya cukup asik untuk cruising di jalur pantura dan masih cukup mumpuni untuk meliuk-liuk di tanjakan Tawangmangu- Cemoro Sewu.

Handling

Dengan bobot motor mencapai 173 kg, handling motor ini terasa mantap dan stabil di kecepatan tinggi. Sebaliknya, untuk meliuk-liuk tajam, memerlukan effort yg lebih dibanding motor sport 250cc dan juga butuh pembiasaan. Bagi rider yang terbiasa dengan moge, tentunya sangat mudah mengendalikan motor ini.

Suspensi

Suspensi depan motor ini menurut saya tergolong cukup keras untuk motor tourer & light ADV. Sedangkan suspensi belakang masih cukup. Dengan suspensi depan yang cukup keras ini, handling motor menjadi lebih stabil dan presisi, namun jelas akan sedikit mengurangi kenyamanan saat melintasi gravel, jalanan jelek atau polisi tidur.

Andai suspensi depan dibuat lebih lembut.

Traksi dan Pengereman

Menggunakan ban IRC tipe dual purpose, motor ini didesain untuk beradaptasi dengan trek tanah tapi tetap nyaman untuk digunakan di aspal. Sayangnya, di sesi test ride yang terbatas waktu itu saya tidak punya kesempatan menggali kemampuan traksi ban motor ini dengan maksimal. Untuk rute aspal dengan kecepatan sedang dan gaya riding yang tidak terlalu agresif, traksi ban masih sangat ok. 

Pengereman motor ini menggunakan disc brake depan dan belakang. Khusus versi Tourer sudah dilengkapi dengan ABS. Sempat saya test hard braking di jalur aspal kering kecepatan sekitar 60 km/jam. Hasilnya sangat baik. Motor berhenti dengan cepat, tanpa ada slip. Sedangkan ntuk kondisi basah dan jalanan berpasir belum sempat saya test.

Kesimpulan

Motor ini dirancang untuk Bro n Sist yang menggemari touring jarak jauh serta siap untuk melewati rintangan ringan. Meskipun dengan suspensi depan yang cukup keras, motor ini lebih nikmat dikendarai di aspal mulus dengan kecepatan tinggi dibanding melewati jalur tanah di lokasi terpencil.

Dengan riding position yang nyaman, performa yang mumpuni serta handling yang mantap; andai suspensi dibuat sedikit lebih lembut serta busa jok lebih empuk; motor ini akan sangat tepat untuk dijadikan teman berpertualang yang mengasyikkan.

Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Mungkin sedikit terlambat mengulas Jagoan baru Kawasaki di kelas 250cc ini, tapi tidak ada salahnya jika Bro n Sist ingin tahu lebih jauh tentang motor ini. 

Yang saya ulas disini adalah Kawasaki Versys X 250 versi Tourer yang sudah dilengkapi aksesoris penunjang untuk touring. 

Di tulisan ini saya akan menggambarkan seperti apa sosok Kawasaki Versys X 250 Tourer, termasuk beragam aksesoris serta detail finishingnya; sedangkan di tulisan berikutnya saya akan mengulas review hasil test ride motor ini. So, pantengin terus ya Bro n Sist.

Versys X 250 menggunakan platform engine Ninja 250 2 silinder yang juga digunakan di Z 250. Mesin berkonfigurasi inline 2 silinder 250 cc bawaan Ninja ini mengalami beberapa sentuhan untuk disesuaikan dengan peruntukan motor Tourer serta light adventure.

Dengan kapasitas tangki bbm mencapai 17 liter, motor ini sepertinya sengaja didesain untuk perjalanan jarak jauh. Hmmm.. Menarik..

Berlokasi di Sumber Buana Motor yaitu main dealer Kawasaki untuk wilayah D.I. Yogyakarta, Kedu dan Banyumas kemudian dilanjutkan dengan sesi testride menyusuri jalan perkotaan dan pedesaan Jogja, saya bukan hanya berkesempatan melihat lebih dekat jagoan baru Kawasaki di kelas 250 cc ini, tapi juga merasakan sensasi mengendarai motor tourer yang telah lama saya idam-idamkan. Well, berikut impresi saya mengenai motor ini:

Besar, Gagah dan Kekar

Tidak seperti di foto yang terkesan biasa saja, sosok asli Versys X 250 ini ternyata begitu besar, gagah dan kekar. Sosoknya bahkan tidak terlihat seperti 250cc, malah lebih tetkesan srperti moge 650 cc. 

Walaupun demikian, ternyata tinggi jok Versys X 250 ini masih cukup bersahabat yakni 815 mm alias hanya 13 mm lebih tinggi dibanding Jok Pulsar 220. Tentunya dengan Tinggi jok segitu, sangat pas dengan postur saya yang 175 cm / 70 kg. Kedua kaki saya menapak dengan sempurna. Cukup pede untuk membawa motor ini bermacet-macetan di tengah kota. Lain halnya jika jok terlalu tinggi, akan sedikit menyulitkan untuk menghadapi situasi macet di tengah kota.

Padat Berisi

Tidak seperti CRF Rally 250 yang terlihat ramping, dengan mesin dua silinder serta tangki bbm yang besar, motor ini terlihat padat dan berisi. Tidak heran jika bobotnya mencapai 184 kg untuk versi Tourer. Meskipun demikian, untuk rider yang terbiasa dengan motor 250cc keatas, tidak akan terintimidasi atau mengalami kesulitan mengendalikan motor ini. Bahkan, dengan bobot segitu, laju motor di kecepatan tinggi menjadi lebih stabil dan mantap. Sebaliknya, dengan bobot segitu, menggunakan motor ini untuk medan offroad yang terjal akan membuat cepat lelah.

Design Gagah khas motor Tourer

Untuk yang satu ini sebenarnya sangat subjectif dan tergantung selera. Tapi bagi saya design motor ini keren dan gagah banget bro. Tanpa modifikasi apapun, cukup ikatkan dry bag 60 liter di bracket belakang, motor ini sudah terlihat seperti motor petualang jarak jauh.

Suspensi depan Stiff

Menggunakan telescopic 41 mm untuk suspensi depan, motor ini terasa kurang empuk bagi saya. Rebound terasa mirip suspensi ER6. Memang karakter suspensi seperti ini akan sangat membantu pengendalian motor di kecepatan tinggi, akan tetapi untuk melibas jalanan jelek atau gravel, guncangan akan terasa sampai ke lengan. 

Jok Nyaman

Lahir sebagai motor Tourer, Versys X 250 ini memiliki jok yang cukup nyaman diduduki. Design jok rider ramping di bagian depan dan melebar ke belakang membuat “maaf” pantat bertumpu dengan sempurna. Design jok ini tentunya memiliki keunggulan lebih nyaman untuk penggunaan jarak jauh.

Nyaman untuk berboncengan

Salah satu kelemahan motor-motor jaman sekarang adalah design nya yang tidak ramah untuk berboncengan. Demi terlihat sporty, jok boncenger dibuat terlalu tinggi dan sempit. Hal ini tidak terjadi di Versys X 250. Baik rider maupun boncenger bisa duduk dengan nyaman untuk menikmati perjalan jauh berdua dengan pasangan maupun sahabat.

Finishing (Built Quality) sangat baik

Salah satu ciri khas yang melekat di motor-motor CBU keluaran Kawasaki adalah built Quality yang sangat baik. Dari segi material, cat serta detail komponen-komponen yang terlihat sumuanya terlihat rapih dan tertata dengan apik menjadikan motor ini tampak berkelas.

Kesimpulan

Versys X 250 adalah motot dua silinder yang siap untuk diajak riding lebih jauh melintasi jalanan panjang mengunjungi kawan di kota lain maupun mengunjungi daerah-daerah baru yang belum pernah Bro n Sist singgahi sebelumnya. Perjalanan antar kota atau antar propinsi baik sendiri maupun berboncengan dengan pasangan akan terasa lebih nyaman dengan menggunakan motor ini. Meskipun untuk penggunaan di dalam kota pun tergolong cukup oke.

Pannier untuk Versys 250 X versi Tourer

Dijual dengan harga Rp. 75.7 juta OTR Yogyakarta, ditunjang dengan aftersales Kawasaki yang terbiasa dan cukup sukses menghandle motor CBU, Versys 250 X tentunya menjadi pilihan yang paling rasional bagi para penggemar touring yang ingin memasuki kelas 250 cc.

Jok pillion (boncenger) cukup lega dan nyaman

Fog lamp untuk Versys X 250 versi Tourer

Rem ABS untuk Versys X 250 versi Tourer

Port listrik 12V untuk men charge perangkat elektronik (HP, GPS, Kamera dll)

Bro n Sist, demikian impresi saya mengenai Kawasaki Versys X 250 Tourer ini. Jangan lupa pantengin terus untuk review hasil test ride motor ini.
Silahkan dikomentari…


Bro n Sist,

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang modifikasi suspensi belakang Vario 125, kali ini saya akan saya kupas tuntas, mulai dari proses sampai review hasilnya.  

Pernah dua kali menjajal Yamaha X-Ride, yang paling berkesan buat saya adalah suspensinya yang luar biasa empuk dan nyaman. Setelah cari-cari info, ternyata shock Xride ini ukurannya lebih panjang sekitar 2 cm dibanding punya Vario 125 dan bisa dipasangkan di Vario 125.

Shock belakang X-Ride bisa dibeli di bengkel resmi Yamaha dengan harga Rp. 353.000. Berhubung saya punya banyak pelanggan toko sparepart motor, saya bisa titip beli melalui toko sparepart yaitu Dwi Sakti Motor Jl. Kusumanegara Yogyakarta dengan harga diskon. Meskipun harus indent 7 hari. Hehehe

Proses Pemasangan

Seperti biasa, untuk pemasangan saya serahkan pada bengkel Jaguar Motor Jl. Gembiraloka Yogyakarta yang terbiasa menangani modifikasi. Berikut ini proses pemasangan Shock belakang X Ride di Vario 125 :

  1. Body bagian belakang dilepas semua;
  2. Lepaskan shock belakang Vario 125;
  3. Pindahkan bushing (bos) dan karet shock Vario 125 ke shock Xride, lihat gambar; 

    Perbedaan bushing (bos) shock Vario 125 VS shock Xride

    Atas = bushing shock Vario 125; Bawah = bushing shock Xride

    Bushing dan karet shock Vario 125 terpasang di shock Xride

  4. Pasangkan shock Xride di Vario 125;
  5. Pasangkan kembali body belakang Vario 125, Selesai.

Review 

Setelah shock belakang Xride terpasang di Vario 125, langsung saya test melewati jalan jelek yang biasanya saya hindari. Berikut ini review hasilnya:

Shock belakang terasa lebih empuk

Tidak seperti sebelumnya, shock belakang terasa lebih empuk dan cukup nyaman untuk melibas jalanan jelek atau polisi tidur. Meskipun tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Bayangan saya, Shock Xride dipasang di Vario 125 akan lebih empuk dibanding di Xride karena posisi shock lebih rebah. Ternyata tidak. Rasanya hampir sama seperti Xride. Cukup empuk, tetapi tidak sampai mengayun seperti PCX 150 atau Supra X.

Buritan jadi lebih tinggi

Setelah dipasangi shock belakang Xride, buritan Vario 125 jadi lebih tinggi. Otomatis ground clearance pun naik. Sudah tidak khawatir  gasruk lagi. 

Beruntung, standar samping sudah saya ganti dengan punya Verza. Jadi saat motor distandar, tidak terlalu miring.

Tampilan sesuai konsep modifikasi

Yang terakhir dari sisi estetika. Saya sengaja memilih shock Xride warna putih agar tampak serasi dengan warna Velg dan Box yang juga putih. Dengan shock Xride ini, Vario 125 ini makin terlihat cantik dan enak dipandang (menurut yang punya :mrgreen: )

Bro n Sist, silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Langsung saja, berikut ini 7 (tujuh) alasan kenapa Bro n Sist JANGAN beli BMW 530i E34 :

1. Model Jadul

Bro n Sist bisa lihat sendiri foto diatas, BMW E34 ini modelnya jadul banget. Meskipun kalo dipandang-pandang, terlihat cool juga sih.

2. Boros BBM

BMW ini pake mesin 3.000cc konvigurasi V 8 silinder DOHC 32 valve. 1 liter pertamax hanya cukup untuk 5 km perjalanan dalam kota Jogja. Atau hanya cukup untuk 7.9 km perjalanan luar kota Jogja – Bekasi. Boros kan? Meskipun borosnya cuma beda sedikit dibanding Kijang super 1.500 cc & Innova generasi pertama yang 2.000 cc.

3. Sparepart Mahal

Sebagai gambaran, harga fuelpump baru untuk BMW E34 ini sekitar 2 juta rupiah. Mahal kan Bro? Meskipun harga Fuel pump Camry juga mirip-mirip.

4. Harga Jual Jatuh

Harga jual Mobil ini kurang dari 60 juta, kadang bisa dibawah 50 juta. Lebih murah dibanding motor 250cc keluaran terbaru. Benar-benar jatuh! Meskipun harga belinya juga sekitar itu.

5. Pajak Mahal

Pajak tahunan mobil 3.000 cc ini lumayan mahal Bro. Sekitar Rp. 2.000.000 per tahun. Mahal kan? Meskipun pajak tahunan LCGC saat ini juga mendekati 2 juta.

6. Merusak Selera Berkendara

Yang satu ini pengalaman pribadi dan hampir semua teman pemakai BMW E34, khususnya 530i. Terbiasa mengendarai E34 membuat selera berkendara rusak parah! Menhendarai mobil lain jadi terasa kurang nyaman. Bagaimana tidak, saat mengendarai Toyota Fortuner 2008, saya masih mengeluhkan suspensi tetlalu keras dan akselerasi kurang, padahal Fortuner sendiri jauh lebih nyaman dan lebih kencang dibanding mobil MVP 200 jutaan. 

7. Budget Main Motor langsung mengecil

Yang ini mungkin terlalu personal. Jika sebelumnya budget main motor saya di angka 30 – 70 juta. Begitu kenal BMW E34, budget segitu terasa terlalu besar, karena dengan dana segitu cukup untuk membeli BMW yang nyaman dan juga Fun untuk dijadikan mainan. Otomatis budget main motor saat ini dibatasi maksimal 20 juta.

Kesimpulan

Maka dari itu Bro n Sist, JANGAN BELI BMW terutama 530i E34.
Silahkan dikomentari…


Bro n Sist…

Seperti yang dikeluhkan kebanyakan pengendara Vario 125, saya pun merasa kurang nyaman dengan suspensi belakang motor ini yang terasa sedikit keras. Meskipun tak sekeras suspensi N-max, tapi bagi saya cukup mengganggu. 

Setelah mencoba modifikasi jok vario 125 menjadi lebih empuk, kini saatnya modifikasi suspensi belakang agar makin empuk. Bagaimana pemasangan serta ulasannya? Silahkan disimak di tulisan berikutnya. Hehehe…

Silahkan dikomentari…