Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Opini’ Category


Bro n Sist,

Daihatsu All New Terios 2018 sudah banyak diulas di channel youtube. Sebut saja autonetmagz, oto driver atau motomobi sudah mengulas tuntas tentang mobil ini mulai dari kelebihannya hingga kekurangan all new terios ini.

Di Proleevo channel, saya sekedar menyampaikan kekecewaan salah satu pecinta Terios terhadap All New Terios 2018.

Putra Wirajaya, salah satu pendiri dan pengurus komunitas Terios Djogja (TEDJO) yang juga pengguna Daihatsu Terios 2014 menuturkan bahwa karakter Terios sebagai mobil SUV yang macho dan maskulin hilang sudah di All New Terios 2018 ini.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »


Bro n Sist…

Langsung saja, berikut ini 7 (tujuh) alasan kenapa Bro n Sist JANGAN beli BMW 530i E34 :

1. Model Jadul

Bro n Sist bisa lihat sendiri foto diatas, BMW E34 ini modelnya jadul banget. Meskipun kalo dipandang-pandang, terlihat cool juga sih.

2. Boros BBM

BMW ini pake mesin 3.000cc konvigurasi V 8 silinder DOHC 32 valve. 1 liter pertamax hanya cukup untuk 5 km perjalanan dalam kota Jogja. Atau hanya cukup untuk 7.9 km perjalanan luar kota Jogja – Bekasi. Boros kan? Meskipun borosnya cuma beda sedikit dibanding Kijang super 1.500 cc & Innova generasi pertama yang 2.000 cc.

3. Sparepart Mahal

Sebagai gambaran, harga fuelpump baru untuk BMW E34 ini sekitar 2 juta rupiah. Mahal kan Bro? Meskipun harga Fuel pump Camry juga mirip-mirip.

4. Harga Jual Jatuh

Harga jual Mobil ini kurang dari 60 juta, kadang bisa dibawah 50 juta. Lebih murah dibanding motor 250cc keluaran terbaru. Benar-benar jatuh! Meskipun harga belinya juga sekitar itu.

5. Pajak Mahal

Pajak tahunan mobil 3.000 cc ini lumayan mahal Bro. Sekitar Rp. 2.000.000 per tahun. Mahal kan? Meskipun pajak tahunan LCGC saat ini juga mendekati 2 juta.

6. Merusak Selera Berkendara

Yang satu ini pengalaman pribadi dan hampir semua teman pemakai BMW E34, khususnya 530i. Terbiasa mengendarai E34 membuat selera berkendara rusak parah! Menhendarai mobil lain jadi terasa kurang nyaman. Bagaimana tidak, saat mengendarai Toyota Fortuner 2008, saya masih mengeluhkan suspensi tetlalu keras dan akselerasi kurang, padahal Fortuner sendiri jauh lebih nyaman dan lebih kencang dibanding mobil MVP 200 jutaan. 

7. Budget Main Motor langsung mengecil

Yang ini mungkin terlalu personal. Jika sebelumnya budget main motor saya di angka 30 – 70 juta. Begitu kenal BMW E34, budget segitu terasa terlalu besar, karena dengan dana segitu cukup untuk membeli BMW yang nyaman dan juga Fun untuk dijadikan mainan. Otomatis budget main motor saat ini dibatasi maksimal 20 juta.

Kesimpulan

Maka dari itu Bro n Sist, JANGAN BELI BMW terutama 530i E34.
Silahkan dikomentari…

Read Full Post »


Bro n Sist…

Saat ini mobil-mobil keluaran terbaru makin bervariasi, mulai dari LCGC dengan harga 100 jutaan, Low MPV dengan harga 200 jutaan sampai Sedan mewah dengan harga diatas 1 Milyar. Dengan harga mobil baru yang terus merangkak naik, mobil second semakin menarik untuk dipertimbangkan. Contohnya Toyota Fortuner tahun 2008 dengan harga pasaran sekitar 200 juta atau setara dengan harga Low MPV 1500 cc terbaru.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menjajal SUV Toyota ini dengan rute Cikarang- Ciater PP via Klari, Tol Cikampek, Tol Cipali, Subang, dengan muatan isi 6 orang dewasa dan satu orang anak usia 3 tahun. Toyota Fortuner yang saya gunakan adalah tipe G dengan mesin 2700cc bensin BBM pertamax, transmisi Automatic 5 speed (Non CVT). Berikut ini ulasannya dari saya.

 

Video:

 

 

Fitur 

SUV keluaran tahun 2008 ini memiliki fitur yang tergolong lengkap. Mulai dari rem ABS, Airbag, AC digital double blower, double DIN touchscreen audio video dilengkapi dengan pengaturan pada roda kemudi. Interior mobil ini terkesan mewah dan elegan dengan aksen warna beggie dan beberapa wood panel, meskipun dasboard dan doortrim masih menggunakan plastik dan belum dilapisi kulit. Mobil ini juga sudah dilengkapi Digital Fuel consumption indicator.

Kenyamanan ruang kabin

Ruang kabin mobil ini cukup nyaman baik di row 1, row 2 maupun row 3. Semuanya lega. Row 2 dan row 3 pun masih dapat merasakan hembusan AC berkat double blowernya. Dan yang paling istimewa dari mobil ini adalah kesenyapan ruang kabinnya. Ruangkabin mobil ini begitu senyap seperti mobil eropa.

Driving Position
Mobil ini menawarkan driving position yang cukup nyaman dan bisa diatur sesuai keinginan mulai dari maju mundur jok, tegak dan rebah sandaran jok, dan naik turun stir. Hanya saja semua pengaturan masih dengan cara manual, tidak seperti BMW 530i 1994 Individual yang saya review beberapa waktu lalu yang sudah full electric. Over all Driving position cukup nyaman, dengan visibilitas yang cukup. Hanya saja untuk driver pemula, perlu sedikit penyesuaian karena mobil ini cukup tinggi dan panjang.

Performa
Biarpur kapasitas mesinnya mendekati 3.000 cc, tapi mobil ini masih menggunakan konfigurasi 4 silinder inline sebagaimana mobil-mobil kapasitas 1300 – 2000 cc. Jumlah silinder yang sedikit tentunya memiliki keuntungan Torsi yang melimpah di putaran rendah. Benar saja, cukup tekan pedal gas sedikit, tidak sampai 2000rpm mobil ini langsung ngacir.

iklan-filter-ac-fortuner

Untuk menekan konsumsi BBM Toyota memanfaatkan karakter mesin Fortuner yang torque ini dengan memasang rasio transmisi yang tinggi (berat), sehingga di jalan datar, mobil ini dapat melaju hingga kencang tanpa lebih dari 2500 rpm. Alhasil, konsumsi BBM bisa lumayan irit meskipun mesin CC besar dan transmisi matic.
Rasio yang berat tentunya mengurangi kemampuan berakselerasi, juga kemampuan menanjak. Untuk ukuran 2.700cc akselerasi mobil matic ini bagi saya cukup responsif tapi tidak terlalu istimewa. Mungkin versi manual akan jauh lebih baik.

Kemampuan mendaki dari mobil ini pun bagi saya tidak begitu istimewa, dengan penumpang 6 orang dewasa dan 1 orang anak, mobil ini terasa berat saat mendaki jalur Ciater, sampai-sampai Ford Fiesta di belakang kami tidak sabar menunggu dan langsung overtake begitu ada kesempatan.

Handling dan Suspensi

Jujur, handling mobil ini melebihi ekspektasi saya. Mobil setinggi ini ternyata memiliki handling yang cukup baik. Jauh lebih baik dibanding avanza yang tidak terlalu tinggi apalagi Panther. Mobil ini sangat stabil di kecepatan tinggi, dan masih cukup presisi untuk menikung. Gejala limbung terasa sangat minim. Ternyata mobil tinggi belum tentu limbung.

Untuk redaman suspensi pun mobil ini cukup nyaman. Lebih empuk dibanding Avanza dan Rush, sedikit lebih keras dibanding Grand Livina. Cukup nyaman. Selain redaman yang cukup empuk, suspensi mobil ini pun terasa kokoh tanpa bunyi-bunyian meskipun sudah berumur 8 tahun.

Traksi dan Pengereman

Kebetulan ban mobil ini sudah diganti dengan Bridgestone Dueller AT (all terrain) yang secara teori memiliki kemampuan on road dan off road sama baiknya. Kemampuan on road ban jenis ini tentu tidak sebaik ban standar jalanan atau pun ban jenis HT (higway terrain). Namun ternyata setelah saya coba, traksi ban ini masih cukup baik di jalan aspal maupun jalan beton bahkan di kondisi basah sekalipun. Beberapa kali saya harus melakulan pengereman mendadak di kondisi basah, mobil ini masih bisa dikendalikan dengan baik. Tentunya berkat peran dari rem ABS. Untuk traksi dan pengereman mobil ini bagi saya cukup baik.

Konsumsi BBM

Dengan rute perjalanan Cikarang- Ciater PP, macet di daerah Subang – Jalan cagak, penumpang 6 orang dewasa + satu orang anak, Konsumsi BBM mobil ini 8 km per liter.

Kesimpulan

Dengan mesin yang besar dan kapasitas penumpang yang banyak, mobil ini sangat cocok bagi anda yang gemar berpetualang bersama keluarga. Ground clearance nya yang tinggi membuat anda bebas kemana saja tanpa khawatir.

Dibalik kesan gagah dan tegas, ternyata Fortuner masih sangat nyaman untuk dikendarai. Hanya saja, untuk urusan performa sepertinya transmisi manual menjadi pilihan yang lebih menarik dan fungsional.

Pros:

(+) Ruang kabin nyaman

(+) Fitur cukup lengkap

(+) Handling dan suspensi cukup baik

(+) Gagah dan siap diajak kemana saja

Cons:

(-) Akselerasi dan kemampuan mendaki biasa saja

(-) Radius putar kurang

(-) Body terlalu besar dan panjang, susah parkir
Silahkan dikomentari…

Read Full Post »


Bro n Sist,

Lebih dari setahun lalu saya pernah nulis tentang prediksi harga Yamaha X-max 250 (klik disini…) . Sampai sekarang tulisan tersebut jadi top view di blog saya ini. Yaah… Untuk ukuran blog yang diupdate sesukanya, view diatas 45.000 untuk satu artikel terbilang langka. Satidaknya cukup mengindikasikan antusiasme pecinta roda dua tanah air terhadap motor ini.

Bikers tua malas menunduk

Matic bongsor sejatinya sangat dibutuhkan oleh pecinta roda dua yang sudah malas naik motor sport. Golongan urban kelas menengah dengan usia diatas 30 tahun yang suka naik motor, tentunya sudah gak mau lagi menunduk-nunduk ala Valentino Rossi. Kecuali sport rider sejati seperti om Leopold. Di sisi lain, mereka ini menginginkan kendaraan roda dua yang nyaman dengan performa tinggi, sekaligus praktis untuk menunjang aktifitas sehari-hari.

Pengganti Mobil

Selain para biker yang sudah enggan naik motor sport, skutik bongsor yang nyaman juga ditunggu-tunggu oleh para pengguna mobil yang mulai jenuh dengan padatnya lalulintas kota-kota besar. Skutik bongsor seperti X-max 250 ini bisa menjadi jawaban bagi para pekerja kantoran yang ingin beralih dari mobil ke motor yang nyaman dikendarai.
Momentum Tepat

Saat ini adalah saat yang tepat meluncurkan X-max 250. Saat market sudah teredukasi dan terbentuk dengan keberadaan Nmax, saat kompetitor masih berkutat dengan motor sport 250 yang trend nya mulai menurun, saat itulah X-Max kembali jadi first mover yang menggemukkan segmen skutik bongsor di negeri ini. 

Pioneer Skutik 250 belum terlalu kuat

Memang Yamaha X-max 250 bukan menjadi yang pertama di Indonesia. Sebelumnya sudah ada SYM Joymax dengan kualitas OK namun harga 60 jutaan. Ada juga Benelli Zafferano produksi China dengan harga 39 jutaan. Namun mereka masih belum kuat. Kehadiran Yamaha di segmen ini justru yang akan membuat booming skutik 250cc.  

Jangan sampai keduluan kompetitor

Ingat, spyshoot, bocoran dan wacana mengenai X-max 250 sudah muncul sejak tahun lalu. Bukan mustahil jika kompetitor, sebut saja AHM sudah menangkap sinyal serta mempelajari segmen ini. Semakin Yamaha menunda-nunda dan tak pernah nyatakan cinta*lho?.. Semakin memberikan waktu yang cukup bagi kompetitor untuk melakukan counter attack.

Jangan jatuh di lubang yang sama

Orang beli skutik bongsor itu pastinya menginginkan kenyamanan. Jadi, jangan tonjolkan atau hilangkan sekalian jargon sport pada skutik bongsor. Buatlah motor dengan riding position dan suspensi sekali lagi suspensi yang nyaman. Tidak perlu dibuat keras dengan tujuan sporty.

Last,

Yamaha, please deh, buruan keluarin!!
Foto: Yamaha Eropa

Read Full Post »


image

Bro n Sist…
Awal tahun ini dunia roda dua dibombardir sama peluncuran motor 150cc. Mulai dari Yamaha yang ngeluarin street fighter Xabre harga 29 jutaan, Honda ngeluarin New CBR 150R harga 33 jutaan, terakhir Suzuki ngeluarin Satria FU FI harga 21 jutaan. Jenisnya memang beda, tapi kapasitas mesin sama-sama 150 cc.

Kayak biasanya, saya nungguin ada temen yang punya motor tersebut, baru dijajal. Hehehe… Kalo gak ada yang minjemin, ya sudah. Toh gak dikejar-kejar harus nulis artikel tiap hari. 😄😄😄

(lebih…)

Read Full Post »


image

Bro n Sist…
Setelah kepergian Kawasaki ER6n beberapa bulan lalu, sudah gak ada lagi motor batangan di rumah saya. Buat wara-wiri dan luntang-lantung cukup ngandelin Vario 125, kadang pake Panther, yang biaya BBM nya hanya 2.5 kali biaya BBM Vario. Hehehe…
Lama-lama, kangen juga pengen pake motor batangan. Kangen torsi yang melimpah, kangen jalan jauh luntang-lantung kayak dulu. Hehehe…

(lebih…)

Read Full Post »


image

Bro n Sist…
Yuk berbagi opini. Sedikit kita ngobrolin tentang peran ATPM. Selain pertimbangkan kualitas produk, penting gak sih pilih-pilih ATPM saat pengen beli kendaraan operasional?

Sebut aja, saat pengen beli mobil atau motor operasional, apakah kita perlu pertimbangkan siapa penjual (ATPM) nya?

Bagi saya penting!!
(lebih…)

Read Full Post »


image

Bro n Sist…
Beberapa waktu yang lalu saya sharing tentang pertimbangan memilih Panther LM 2001. Sekarang giliran review mobil tua ini untuk pemakaian sehari-hari.

Gak berasa, dua bulan berlalu si Biru saya pake untuk keperluan harian maupun untuk mengantarkan kami pulang pergi Tangerang – Cikarang – Cirebon – Jogja. Selama dua bulan itu, jarak yang kami tempuh hampir 6000 Km. Dalam watu yang singkat itu, banyak pengalaman suka maupun duka “ciyee…” yang kami alami. Lebih jelasnya silahkan simak review berikut ini :

(lebih…)

Read Full Post »


Vario 125 di puncak bukit diatas Pantai Menganti Kebumen

Vario 125 di puncak bukit diatas Pantai Menganti Kebumen

Bro n Sist,

Modif udah lama, dipake touring baru kemarin. Maklum, Vario 125 (WTF) selama ini kami posisikan sebagai kendaraan operasional jarak dekat. Sedangkan untuk touring jarak jauh, Vario selalu menjadi opsi terakhir diantara motor-motor kami yang lain juga mobil.

Pada hari libur kemerdekaan kemarin, saya beserta Istri & Anak melakukan touring dari Tangerang menuju Gunung Kidul DIY serta mengunjungi beberapa pantai selatan daerah Kebumen dengan menempuh jarak 1.453 KM. Entah mengapa, touring kali ini kami sangat ingin menjajal WTF yang telah berusia 20 bulan ini. Jadilah si Merah mengalahkan duo putih yang harus rela diparkir di garasi. (lebih…)

Read Full Post »


2015-Yamaha-X-MAX-250-ABS-EU-Matt-Grey-Action-005

Bro n Sist…

Kita ketahui bersama, semester pertama lalu, YIMM telah meluncurkan motor Matic gambot dengan performa yang mumpuni dan dibandrol dengan harga Fantastis yaitu Yamaha N-Max 155 ABS dan Non ABS. Beberapa bualan sebelum N-Max diluncurkan, kita sempat digegerkan dengan Spyshoot dua jenis matic gambot Yamaha, salah satunya adalah N-Max, dan satu lagi sangat mirip dengan Yamaha X-Max yang telah beredar di Eropa sana. Dari sini, bisa diprediksi bahwa YIMM kemungkinan besar akan memproduksi Yamaha X-Max di dalam negeri. Mengingat market Indonesia yang cukup unik dan cenderung mendewakan kubikasi, kemungkinan besar yang akan dipasarkan di dalam negeri adalah X-Max 250.

Baca selengkapnya…

Read Full Post »

Older Posts »