Feeds:
Pos
Komentar

TVS Apache 180 Xventure 3

Bro n Sist…

TVS Apache Xventure telah resmi mengaspal di Indonesia mulai bulan Mei lalu, dan uniknya, edisi Xventure hanya ada di Indonesia. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara TVS Apache Xventure dengan edisi sebelumnya yaitu TVS Apache RTR 180 RTR. Perubahan hanya terjadi di sektor tampilan saja, itu pun hanya penggantian striping. Hal ini sagat disayangkan.

TVS Apache 180 Xventure 2

Semenjak hari jumat lalu, TVS Apache Xventure warna putih resmi menjadi penghuni baru garasi rumah saya, namun baru sore ini saya berkesempatan mengetest kemampuan dan karakter motor ini secara maksimal. Walaupun status saya sebagai pemilik, namun rangkuman test ride kali ini sebisa mungkin akan saya sampaikan secara objective dan apa adanya.

Sebelum test ride, terlebih dahulu kita tengok lebih dekat detail kuda besi india 180 cc ini. Lanjut Baca »


C360_2014-08-24-09-58-51-663

Regal Raptor NAC bergaya Street Fighter

 

Bro n Sist…

Hari Minggu kemarin saya mengunjungi workshop seorang kawan yaitu bro Ojie di daerah Cibinong – Bogor dengan tujuan untuk merapihkan motor Regal Raptor Daytona saya. Sesampainya di lokasi, saya dibuat terkesima oleh beberapa motor tak lazim hasil garapan bro Ojie yang cukup unik, dan rata-rata memiliki bentuk yang berubah jauh dari wujud aslinya. Salah satunya adalah Regal Raptor NAC yang baru diboyong dari Dealer beberapa bulan lalu ini. Regal raptor NAC tersebut telah bertransformasi dari bentuk aslinya dibawah ini : Lanjut Baca »


image

Bro n Sist,

Ketemu lagi di blog luntang-lantung yang lama gak update. Ini adalah tulisan pertama saya di bulan ini. Sibuk banget.. :(

Foto diatas adalah penghuni baru garasi rumah saya yaitu TVS Apache RTR 180 Xventure. Namanya panjang banget :mrgreen:

Keberadaan si putih yg baru itu ternyata mengundang pertanyaan bagi sebagian teman. “Kenapa harus Apache? Kenapa harus TVS? Kenapa harus motor india (lagi)?” Banyak banget pertanyaannya.. :)
Dan jawabannya pun gak kalah banyak.. silahkan disimak…

Berawal dari rasa frustasi terhadap suspensi Honda CS1 yang bener-bener “gak gue banget”, bahkan setelah utak-atik sana sini hasilnya tetap sama, saya pun mulai hunting beberapa motor yang akan dijadikan pengganti CS1 tersebut, targetnya gak muluk-muluk, yang penting performa >/= CS1, suspensi mendekati Pulsar lama, perawatan gampang, dan yang jelas gak mainstream dan ATPMnya gak kabur. Oops, :D

Dari 4 kandidat yaitu D-tracker 150, klx 150, pulsar 200NS, dan TVS Apache 180, akhirnya saya memutuskan untuk meminang Apache. Berikut ini alasan saya memilih TVS Apache RTR 180 Xventure :

1. Saya butuh motor yang nyaman untuk jarak jauh. Disini klx & D-tracker coret.

2. Apache 180 punya torsi yang cukup, dan langsung terasa sejak putaran rendah. Disini sebenarnya masih kalah sama Pulsar 200NS.

3. Apache 180 punya suara mesin yang halus, kopling lembut, buat macet-macetan masih Oke. Disini Pulsar 200NS terpaksa saya coret karena koplingnya keras.

4. Secara pribadi saya  tahu persis produsen main frame (rangka) TVS yaitu PT. Indonesia Thai Summit Auto di Cikampek sana, dan mereka memiliki standar kualitas yang tinggi. Perusahaan Thailand bro…

5. Berdasarkan testimoni beberapa teman, juga testimoni di forum-forum ADV dan forum biker India, Apache termasuk sangat bandel dan minim perawatan. Nah, yang ini harus buktikan sama-sama.

6. Dealer TVS ada di dekat rumah dan masih berdiri megah.

7. Ini hal yang sepele, tapi sangat mengena. Sambutan yang sangat hangat dari team marketing Dealer TVS Motomart Jatake yang mengubah Attention dan Interst saya menjadi Desire kemudian take Action.

8. Suspensi TVS Apache yang nyaman mengingatkan saya pada Pulsar 180 dan Pulsar 220 saya. Jadi, mungkin harus motor India. :)

9. Dan masih ada beberapa peetimbangan lainnya termasuk harga dsb.

Oke, mungkin itu saja dulu, silahkan dikomentari.


image

Assalaamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu.

Bro n Sist,

Di hari raya Idul Fitri 1435H ini, saya mengucapkan Minal ‘aaidin wa lfaaiziin. Semoga kita termasuk orang-orang yang gembira dan termasuk orang-orang yang menang.

Tidak lupa juga saya mohon maaf jika tulisan di blog ini pernah menyinggung atau menyakiti bro n sist sekalian. Sekarang saatnya kita saling memaafkan dan mulai membuka lembaran baru. Semoga kedepannya kita semua menjadi pribadi yang lebih baik.

Wassalaamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu.

FAIZZIN


image

Bro n Sist…
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi negara tempat kelahiran BMW, Audi, Mercedes dll yaitu Jerman selama 8 hari. Di Jerman, saya mengunjungi beberapa kota yaitu Stuttgart, Frankfurt, Heidelberg, Wurzburg, Lich, Fernwald dan Giessen.

Berhubung perjalanan cukup panjang untuk diceritakan, kali ini saya hanya berbagi cerita mengenai perbedaan di Jerman dengan di Indonesia. Silahkan disimak satu per satu :

Lanjut Baca »


???????????????????????????????

 

Bro n Sist…
Kira-kira setahun yang lalu, paska kepergian Pulsar 220 dari garasi rumah,saat itu saya sudah memiliki Hyosung Comet 250 dan ada seseorang yang minat. Dengan kerinduan yang dalam terhadap Pulsar 220, saya berdiskusi dengan mas Agus Setiawan mengenai motor yang cocok untuk menggantikan Pulsar. Satu per satu motor kami bahas sampai pada akhirnya kami sepakat ada satu motor yang sangat cocok untuk menggantikan Pulsar 220 saya.

Lanjut Baca »


RR Daytona menuju Puncak Galunggung

RR Daytona menuju Puncak Galunggung

 

Bro n Sist…

Sebagai pemilik motor yang gak mainstream familiar, saya sering sekali ditanya ini itu oleh teman, tetangga, saudara, petugas SPBU, bahkan oleh pengendara motor yang berhenti di sebelah saat di Lampu merah. Naah, khusus buat Bro n Sist, saya rangkum tanya jawab seputar RR Daytona di tulisan kali ini. Silahkan disimak… Lanjut Baca »


Pah, lajur kanan kosong tuh
Enggak mah, disini aja
Emang kenapa? Lama tau…!!
Lajur kanan disini rawan tabrakan beruntun, padahal paling selisihnya cuma 10 menit.

Begitu kira-kira percakapan kami saat melintas Tol Kemanggisan arah Kebon Jeruk di malam hari. Saya memang sudah terbiasa mengalokasikan waktu 15 menit lebih lambat demi menghindari tabrakan beruntun di lajur kanan ruas tol tersebut. Bukan sekali dua kali, hampir setiap melewati ruas tol Kemanggisan arah Kebon jeruk, selalu ada kejadian “berhenti mendadak”, benar-benar sangat beresiko.

Waktu memang sangat berharga, tapi nyawa dan keselamatan jauh lebih berharga dibanding selisih waktu beberapa menit saja.

Lanjut Baca »


Adidas

 

Bro n Sist…

Sebagai pembaca setia blog nya om Arantan, rasanya sah-sah saja jika sekali-kali saya menulis atas inspirasi dari tulisan beliau. Nah, tulisan kali ini terinspirasi dari tulisan om arantan yang ini (klik disini…).

Sekitar 7 tahun yang lalu, saya pernah jalan-jalan ke Sarinah & Pasaraya Thamrin hanya sekedar melihat-lihat. Ada satu hal yang sangat menarik buat saya pada waktu itu yaitu harga sepatu merek Adidas berkisar antara 800 ribu – 1 juta. Nah, uniknya, sepatu Adidas dengan harga 800 ribuan hampir semuanya “made in Vietnam” sedangkan sepatu Adidas dengan harga kisaran 1 Jutaan hampir semuanya “made in Indonesia”.  Saya benar-benar tidak salah lihat, malah hampir setengah jam saya teliti satu demi satu sepatu tersebut (maklum, masih katrok), hingga saya terus teringat sampai sekarang. Pikir saya “hmm.. hebat juga yaa, Made in Indonesia ternyata lebih mahal”. Dan saya tahu persis bahwa sepatu Adidas Made in Indonesia kala itu diproduksi di PT. Panarub Industri, PT. KMK Global dan PT. Prima Inreksa. Dimana di saat yang sama, PT. Panarub juga memproduksi sepatu merek lokal yaitu “Specs” dengan kisaran harga dibawah 200 ribu.

So, Pertanyaannya, Jika ada barang merek Global, harga sama, satu buatan lokal dan satu buatan luar, apakah Bro n Sist pilih buatan luar? Apakah buatan lokal harus lebih murah dibanding buatan luar? atau begini kasarnya, Apakah Adidas Made in Indonesia harus lebih murah dari Nike buatan Vietnam jika dijual disini? dan jika harganya sama maka orang lebih pilih Nike Vietnam atau Puma Vietnam atau Fila Vietnam asalkan jangan lokal? :mrgreen:

Monggo dikomentari sambil nyruput teh tubruk, biar santai… :D

Foto dari Wikipedia


image

Bro n Sist…

Berbekal kepuasan terhadap knalpot custom buatan RAC Topspeed di Honda CS1 saya, maka kali ini tanpa ragu saya menyerahkan knalpot Regal Raptor Daytona 350 saya untuk dimodifikasi di RAC Topspeed di daerah Curug – Tangerang.

Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 720 pengikut lainnya.